Menampilkan 10494 hasil

deskripsi arsip
Pilihan pencarian lengkap
Pratinjau Hasil Cetak Lihat:

2031 hasil temuan memiliki objek digital Perlihatkan hasil dengan objek digital

Aliran-aliran kepercayaan oleh Kepala-kepala Daerah yang bersangkutan

Surat No. 74/Sangat rahasia tanggal 25 November 1955 dari Residen Aceh kepada Gubernur kepala Daerah Propinsi Sumatera Utara tentang Aliran-aliran kepercayaan oleh Kepala-kepala Daerah yang bersangkutan terlampir No.65/Sangat rahasia tanggal 3 Nevember dan No. 136/Rangat rahasia tanggal 11 November 1955

Anak Agung Gde Seloka

ANAK AGUNG GDE SELOKA Putera sulung Anak Agung Putu Agung,memangku jabatan raja Djembrana IV sejak tahun 1818 yang didampingi oleh adik kandungnya yaitu Anak Agung Made Ngurah Bengkol sebagai raja muda kerajaan Djembrana.Raja muda kerajaan Djembrana wafat pada tahun 1828 dan digantikan adik kandung beliau yang bernama Anak Agung Njoman Madangan.

Anak Agung Made Rai

ANAK AGUNG MADE RAI Memangku jabatan raja Djembrana VI sejak tahun 1867,atas permintaan masyarakat Djembrana yang diwakili oleh punggawa Negara I Wayan Geor.punggawa Djembrana I Gede Nurun, punggawa Mendoyo I Wayan Djembo dan kepala Bali Islam di Loloan Kapten Mustika.Pemerintah Hindia Belanda menobatkannya sebagai raja Djembrana dengan besluit nomor 18 tahun 1867 tanggal 15 januari 1867.Pemerintah Belanda kemudian menghapuskan kerajaan Djembrana dan kerajaan Buleleng serta menetapkannya berada dibawah pengendalian langsung pemerintah Belanda dan raja Djembrana VI tidak memangku jabatan sebagai raja Djembrana lagi pada tahun 1882. Karena pemerintah Belanda sedang berperang melawan kerajaan Badung,Tabanan,Klungkung dan Lombok. Raja Djembrana Vi mangkat pada tahun 1906 serta meninggalkan 13 putera puteri,dimana putera beliau antara lain :

  1. ANAK AGUNG GDE SUTANEGARA
  2. ANAK AGUNG NJOMAN KOTANEGARA
  3. ANAK AGUNG PUTU KERTANEGARA
  4. ANAK AGUNG KETUT PUTERANEGARA
Hasil 41 s.d 60 dari 10494